Saturday, January 30, 2016

Who's who (Indonesian ver.) - Ch 5

              " Gara-gara kejadian itu sekolah jadi libur ya "

              " Iya, aku nggak nyangka tahun pertamaku di SMA bakal seburuk itu, semoga aja tahun ini nggak aneh-aneh "

        Sejak sepulang sekolah tadi terlihat kedua murid SMA tahun kedua itu bercakap-cakap. Melewati sejumlah belokan dan gang, mereka terus melanjutkan pembicaraan itu. Salah satu dari mereka bertubuh tinggi, berambut hitam pendek dan berparas tegas, sementara yang satunya bertubuh agak gemuk dengan rambut hitam kecoklatan pendek. Tidak cukup sampai disitu, murid yang berbadan tinggi melanjutkan lagi

              " Memangnya sampai sekarang belum terselesaikan? "

              " Yaahh, bahkan polisi juga menyerah kan. Pihak keluarga dan sekolah juga sepakat untuk menutup kasusnya. ", timpal temannya.

              " Hmm tapi kok aku masih penasaran ya "

              " Haha, gausah sok detektif deh entar badanmu mengecil loh, Gas "

              " Cih, kebanyakan liat Conan rupanya "

           Setelah sampai di sebuah pertigaan jalan mereka berpisah. Rumah Bagas lebih jauh jaraknya dibandingkan rumah temannya tadi. Sesampainya di rumah, suasana disana begitu hening. Yang terdengar hanyalah suara samar dari tetangga di kanan-kiri rumah. Begitu memasuki pintu depan Bagas menemukan selembar sticky note. Tertulis disana bahwa ibu dan adiknya malam ini akan pulang terlambat. Setelah melihat kedalam ternyata di meja makan sudah disediakan makanan untuk Bagas. Setelah itu dia menuju kamarnya di lantai 2. Kamarnya tidak terlalu luas, di dalamnya ada sebuah kasur single, meja belajar, lemari dan sebuah komputer. Di satu sisi ruangan terdapat 1 jendela model kuno yang menghadap lapangan hijau luas di belakang perumahan. Dia menatap keluar cukup lama. Harus dia akui, dia masih penasaran dengan kasus itu. Apakah benar-benar sudah dinyatakan closed case

           Beberapa saat kemudian handphonenya menerima pesan. Dia tertawa kecil melihat pesan dari temannya tadi. " Penasaran boleh, tapi jangan sampai gila ya, kasian doi LOL " . Tapi ada benarnya juga, toh yang dia pikirkan juga sudah lalu. Segera dia membuka sebuah nomor di kontaknya dan mengirim SMS.

" Minggu ini kita jalan yuk, Ven "


No comments:

Post a Comment