Wednesday, January 27, 2016

Who's who (Indonesian ver.) - Ch 2

          “ AAAAAAAAAAAAAKKKHH... ”

       Veny kaget setengah mati dan langsung memutar badannya. Dia sudah mulai berpikiran negatif, bagaimana jika yang menyentuhnya bukan manusia, bagaimana kalau itu hantu atau semacamnya… namun perlahan Veny dapat melihat sosok yang ada di belakangnya tadi. Seorang laki-laki jangkung dengan rambut acak-acakan dan kacamata yang memantulkan sinar matahari yang masuk sehingga menutupi bayangan matanya.

         “ Kamu anak kelas 1? sedang apa di sini pagi-pagi? ”

         “ eee… anu.. ”

       Veny masih gemetar akibat kekagetannya tadi. Lalu tanpa sadar dia melihat kearah baju orang tersebut. 

          “ admin perpustakaan? ”

         “ hmm.. yaah begitulah.. ” orang itu bergerak sedikit menjauh dari Veny.

        “ eehhh.. maaf tadi saya berkeliling sekolah, kebetulan pintu perpusnya gak dikunci jadi yaaa… penasaran ” sekarang Veny mulai terlihat seperti seorang maling yang sudah tertangkap basah.

       “ yasudah nggak apa-apa tapi lain kali ijin dulu ya kalau mau masuk ”

      Sekarang sinar matahari sudah cukup banyak yang masuk ke ruangan itu sehingga Veny mulai dapat melihat wajah orang ini dengan jelas. Mau tidak mau Veny sedikit terkejut, ternyata orang ini memiliki wajah yang lumayan, apakah ini admin perpus yang diceritakan Dina? Pikirnya. Orang itu memperhatikan Veny sejenak sampai pandangannya beralih ke belakang Ven. Seketika itu juga raut wajahnya berubah dan sedetik kemudian dia langsung berlari kearah Veny.

         “ kamu buka pintu ini? ” dengan sedikit membentak dia menanyai Veny

         “ nn-nggaak kok, pintunya aja susah dibuka ”

        “ kamu gak boleh sembarangan, berbahaya… yaudah segera ke kelasmu ” sembari cepat-cepat menutup pintu itu.

        “ i-iya ”

       Tanpa pikir panjang dengan setengah berlari Veny kembali ke arah kelasnya berada. Dikelas dia sama sekali tidak memikirkan apa yang sudah dia alami pagi ini. 

-------------------------------------------------------------------------

         " Veny, jadi kan? yuk yuk "

         " Kamu beneran jadi kesana? "

         " Loh, gimana sih ya jelas jadi dong kan kamu juga udah janji mau nemenin "

         Setelah kejadian pagi ini Veny jadi agak malas menemaninya, selain malu karena tadi pagi dia sudah bertingkah seperti seorang pencuri, dia juga masih merasakan rasa merinding yang sama saat tangan si admin menyentuhnya tiba-tiba dari belakang.Tapi apa boleh buat, janji tetap janji, mau tidak mau harus dilakukan. 

         " Yaudah, ayo deh tapi bentar aja ya, kayaknya aku juga cuma nunggu diluar" 

         " Kok gitu? emang kamu gak penasaran sama adminnya? "

         " Hmm gimana ya, nggak juga sih... udah aku tunggu aja diluar toh kamu juga cuma bentar "

        Saat itu waktu menunjukkan pukul 3 sore, sebagian besar murid sudah pulang dan hanya menyisakan segelintir saja yang mungkin sedang kegiatan ekstrakurikuler. Sinar matahari senja yang perlahan-lahan surut membuat tembok sekolah yang berwarna putih polos menjadi kuning keemasan. Dina sudah masuk kedalam perpustakaan, meninggalkan Veny sendirian duduk di tangga depan pintu perpustakaan. Dari luar dia bisa mendengar suara beberapa anak yang masih ada di dalam sana. 

           Lama sekali . . .

        Sudah hampir 1 jam berlalu, tapi Dina tidak kunjung keluar dari tempat itu. Apa yang dilakukannya? tanya Veny dalam hati. Setelah itu, Veny beranjak dari duduknya menuju kamar mandi di lantai yang sama dengan perpustakaan. Udara dingin sore itu membuatnya tak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil. Tak lama kemudian, dia kembali ke tempat Dina berada. Tapi aneh... dari luar jendela terlihat lampu perpustakaan sudah mati. Veny mencoba masuk kesana namun pintu sudah terkunci rapat. 

            " Masa Dina udah pulang duluan " Veny berbisik pelan 

        Tidak kehabisan ide, Veny langsung mengambil handphone dalam tasnya dan mengirim pesan ke Dina. Sekitar 3 menit kemudian handphonenya bergetar dan dia melihat sebuah pesan yang masuk . . .

   
Aku sudah pulang

No comments:

Post a Comment